Memiliki Kehilangan

10 06 2009

Bismillah…

Sebait SMS pagi ini membuat saya berpikir dan merenungkan sesuatu. SMS yang tak panjang, tapi membuat saya tertegun ketika sampai pada bagian akhirnya.

saya mohon dukungannya agar mampu kembali menata hati & membangun motivasi yang baru

SMS apa ini? Tentang apa saya akan menulis? Sabar…
Sebelumnya, mungkin saya ingin menjelaskan secara singkat. SMS ini dikirim oleh seorang teman saya di SMA dulu. Beberapa waktu yang lalu, musibah besar menimpanya. Ibunda beliau meninggal. Dan tampaknya, kepada setiap teman yang mengirimkan sms kepadanya, SMS itulah balasannya. Meminta dukungan untuk membangun hati dan motivasi yang baru. Motivasi yang baru. Benar sekali. Sebagian besar motivasinya pasti lenyap bersama kepergian sang bunda.

Bagi saya, mungkin juga Anda, orang tua tentu memegang porsi yang cukup besar dalam membangun motivasi hidup. Tak berlebihan bukan jika sebagai anak kita ingin membahagiakan orang tua? Dan ketika sumber motivasi itu “hilang”, tak dapat dipungkiri kita akan sedikit (atau banyak) goyah dan kehilangan pegangan hidup yang menguatkan kita. Susahnya kuliah atau sekolah mampu jalani karena kita tahu dengan usaha berbalut do’a, Allah akan mengabulkan pinta itu sehingga bisa mendapat hasil yang baik. Setidaknya baik menurut orang tua kita, karena kita tahu dengan itu orang tua kita akan bahagia. Susahnya dunia kerja mampu kita lewati karena kita tahu dengan kerja keras berbalut do’a, Allah mengirimkan rizkinya kepada kita. Setidaknya dengan itu, kita dapat memberikan sesuatu untuk orang tua kita.

Sungguh, saya jarang membayangkan gimana ya kalo tiba-tiba orang tua saya, salah satu sumber motivasi yang besar dalam hidup saya mendadak “hilang”. Sedih? Pasti. Goyah? Mungkin (atau pasti?). Yang jelas: saya harus membangun kembali motivasi hidup saya ketika itu. But, honestly, i’m not ready yet to face that kind of problem… Tapi saya tahu, setiap kita pasti akan kembali kepada Allah. Setiap saat, kita harus siap. Mungkin bukan orang tua saya yang dulu dipanggil, bisa jadi justru saya. Hal ini mengingatkan saya akan satu kalimat yang pernah diucapkan kakak saya.

Dunia itu cukup diletakkan di tangan saja, jangan dibawa ke hati. Jika suatu saat hilang dari tangan kita, hati kita tak perlu menyesal berlebihan dan sedih berkepanjangan karenanya.

Pada kenyataannya, akan ada banyak hal yang hilang dalam hidup kita (jika kita merasa memilikinya). Jika kita meletakkan apa yang (kita rasa) kita punya, tentu akan banyak kesedihan melingkupi kita. Apalagi, ini hanya dunia. Yang nyata bukan disini karena yang kekal bukan disini.

Tapi dengarlah Allah berfirman dalam indahnya bahasa Al Qur’an…

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan
dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya . dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu“.

Berlomba-lombalah kamu untuk (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah
Allah) Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji

(QS. Al Hadid: 20-24)

Semoga kita lebih ikhlas dalam menerima setiap kehilangan yang (kita rasa) kita miliki. Dan semoga dunia tidak melalaikan kita dari kehidupan yang kekal abadi, tempat kita berpulang nanti. Itulah kampung halaman kita, kampung akhirat tempat kita PASTI akan kembali.

Wallahua’lam bish shawab


Actions

Information

10 responses

10 06 2009
capungcapungkecil

ikhlas memang susah, tapi sebenernya gampang kalo tahu kuncinya.. ikhlas ikhlas.. hehe, numpang komen, lagi blajar ngblog😀

10 06 2009
kerlip

wah3… go bloging niy… hehe🙂
jadi kuncinya apa?
kalo kata kk kelasku sih.. coba untuk melepaskan diri dari genggaman dunia;
genggaman harta, genggaman pujian, genggaman tahta…
dan disanalah..ikhlas terletak
wallahu’alam bish shawab

10 06 2009
capungcapungkecil

iya ni baru lets GO BLOG😀

saya juga belum bisa ikhlas sepenuhnya, apalagi saya masih terlampau sering bergelimangan dosa, tapi saya pernah membaca buku tentang daun berserakan, walaupun tidak membahas tentang suatu ke ikhlasan, tapi entah kenapa dari situ saya terinspirasi untuk belajar tentang ke ikhlasan..

jadi intinya, saya coba mengutarakan pendapat saja (yang belum tentu bener) , kudu sadar diri, kita ini siapa, semua yang melekat d diri kita, semua yang ada d sekitar, bahkan keluarga, ayah- ibu dan adhek kakak, itu semua bukan milik kita, cuma titipan, dan segala kenangan yang ada tentang mereka itu juga cuma lembaran hidup yang harus terlewati.. kita juga kudu selalu yakin, semua yang terjadi, kebaikan ataupun keburukan itu cuma persepsi kita, bagi ALLAH semua itu adalah yang terbaik yang patut kita syukuri.. walo terkadang sangat susah sekali, tapi semakin kita yakin, insyaALLAH semakin mudah mendapatkan ke ikhlasan itu🙂

10 06 2009
kerlip

btw, page aboutnya diganti atuh… RCT gitu…
menurutku pendapatmu bener kok…
berarti satu poin lagi (ky yg kamu tulis), buat bisa ikhlas kita kudu berprasangka baek sama Allah… bahwa dalam tiap fase hidup kita, ada hikmah yg tersimpan (bisa terbongkar saat itu, kemudian, atau akan tetap tersimpan)..

ikhlas…ikhlas…ikhlas…
saat kita merasa ikhlas, justu ketika itu kita tidak ikhlas…

10 06 2009
capungcapungkecil

RCT itu apaan? CT scan ya?😀 wkwkwk

yupz, yang membuat ikhlas itu susah adalah karena keadaan.. keadaan yang serba kerlap kerlip (pinjem nama bentar), kegalauan yang juga serba kerlap kerlip (pinjem lagi), dari akibat keimanan manusia yang juga kerlap kerlip (itung sendiri deh berapa kali aku pinjem).. disaat udah ikhlas, ada aja hal2 baru yang menggoyahkan.. sssttt.. pengalaman pribadi.. tapi karena pengalaman itu ke ikhlasan semakin terlihat mudah🙂

iya bener, ada kata2 juga, kalo kita bilang ikhlas, niat ke ikhlasan kita udah ga terhitung , wah, semoga aku ga keceplosan ngomong ikhlas😀

iya, hehe, mau tak ganti, mau aku isi photo page aboutnya tapi selalu crash mozilla nya, jadi bingung sendiri, ..

13 06 2009
kerlip

ye….
RCT = oRa CeTha alias Gak Jelas = GJ🙂
waduh,royalti dong.. itu nama saya dipake 3 kali coba.. ckck..

14 06 2009
capungcapungkecil

oalah..

eh eh, royalti?? malu sama tulisan-tulisan di atas lho.., ikhlas ikhlas..:mrgreen:

14 06 2009
kerlip

hehe… ampun… tuh kan… susahnya ikhlas…😦
makasih diingetin…😛

15 06 2009
capungcapungkecil

hehe, iya2.. saya ngerti itu cuma bercanda..

stay ikhlas everytime😀

15 06 2009
kerlip

amiin… semoga…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: