Ngomong Aja Susah??

15 05 2009

Bismiilah…

Prolog…
Suatu siang di tengah kegaduhan khas 2006 (bahkan) ketika Praktikum Patologi Klinik… Beberapa orang berkumpul mengerubungi sebuah mikroskop dengan preparat sediaan “hapusan darah tepi” (darah yang ditetesin ke atas kaca objek dan kemudian digosok/dihapus untuk diamati bentuk, jumlah sel-sel darahnya). Secara bergantian, mereka mengamati gambaran preparat yang kebetulan milik teman kami (sebut saja X). Ada kekhawatiran yang cukup tergambar di wajah X. Di preparat itu, kami menemukan gambaran-gambaran yang (memang) agak aneh yang merupakan ciri khas dari suatu penyakit. Guyon pun terlontar bergantian: “Hayoh, kamu kena leukemia tuh”; “Eh, sel ininya banyak banget.”; “Duh, kamu suka memar2 gak?”. Kontan saja teman saya tambah panik dan tersudut. Dan saat itu justru semakin banyak yang asbun…

Asbun? Apaan tuh? Asbun kependekan dari ASAL BUNYI asal ngomong. Gak pake mikir, gak pake lama. Gak pake pertimbangan yang penting ngomong. Terserah ngomong apa yang penting ada bunyi. Seolah gak sadar kalo diajak ngomong bisa aja sakit hatinya. Seperti gak peduli kalo yang denger itu juga punya perasaan yang harus dihargai…

“Seseorang boleh jadi mengucapkan sebuah perkataan yang menurutnya remeh (tidak mendatangkan akibat buruk). Padahal perkataan itulah yang akan menjebloskannya ke dalam neraka yang berjarak tujuh puluh tahun.” (Sunan at-Tirmidzi)

Naudzhubillahi min dzalik…

Mungkin, husnudzon sajalah, niatnya cuma bercanda. Mungkin, maksudnya cuma basa-basi. Tapi bercanda atau basa-basi juga ada batasnya kan. Toh, kebanyakan orang bercanda atau basa-basi tuh dalam rangka menjalin hubungan dengan teman, rekan kerja, dsb. Jadi, kalo dengan bercanda atau basa-basi yang timbul justru rasa sakit hati, berarti jadi salah tujuan kan?

Mungkin juga, buat yang ngomong itu biasa aja. Tapi buat orang lain efeknya beda. Makanya, kita perlu menyesuaikan diri sama orang yang diajak ngomong lah. Misal, kalo ada temen kita yang ngomongnya pelan, kita gak usah teriak-teriak lah. Nanti dikiranya kita marah-marah dan akan menyakitinya. Ya gak?

“Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al Isra’: 53)

Epilog…..
Ngomong aja susah? Banyak aturan? Aturan itu ada untuk dituruti dan menyelamatkan hidup kita kok…

Wallahu a’lam bish-shawab…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: