Knowing: Dzikrul Maut

26 04 2009

Judul Film: Knowing
Sutradara: Alex Proyas
Produksi: SUMMIT

Film satu ini cukup fenomenal. Rasa tertarik saya untuk melihat film ini diawali oleh komentar seorang teman saya: “gw jadi rajin sholat nih”. Komentar pendek, tapi mengisyaratkan makna yang dalam. Dan tentu saja: bikin penasaran.

Knowing bercerita tentang kehidupan seorang lelaki single parrent bernama John dengan seorang putra bernama Caleb. Awalnya kehidupan mereka biasa saja. John adalah seorang profesor astronomi sedangkan Caleb adalah seorang siswa di sebuah sekolah dasar. Istri John, Allison, meninggal dalam kebakaran di sebuah hotel ketika ia sedang melakukan perjalanan bisnisnya.
Tapi tiba-tiba kehidupan yang biasa itu berubah setelah Caleb menerima sebuah pesan berupa rangkaian angka, tepat di hari ulang tahun sekolahnya. Pesan itu berasal dari sebuah Time Capsule yang ditanam 50 tahun lalu, ketika sekolah itu baru saja dibuka. Di dalamnya berisi surat-surat yang ditulis oleh murid-murid pertama sekolah itu. Surat-surat itu berisi gambaran diri murid-murid tersebut dalam 50 tahun ke depan. Tapi, sebuah surat anomali diterima oleh Caleb. Bukan berupa gambar, justru rangkaian angka. Dan tentu saja, pesan angka ini bukanlah rangkaian angka biasa, tapi memiliki makna tertentu.
Pergulatan John untuk memecahkan misteri angka tersebut, usaha pencarian si penulis surat berisi rangkaian angka tersebut dan perjuangan untuk mengatasi segala hal yang diramalkan merupakan petualangan yang menegangkan dalam film ini. John berusaha mencegah terjadinya ramalan-ramalan dari pesan angka itu. Ia pernah kehilangan orang yang disayanginya, istrinya, tapi ketika itu ia tak mampu berbuat apa-apa. Dan sekarang, ketika ia tahu apa-apa, ia ingin menyelamatkan orang-orang dari hal-hal yang tidak diinginkan yang disampaikan ramalan itu. Berhasilkah John melakukannya?

Ide cerita yang cukup bagus ini cukup disayangkan ketika dikemas dalam alur pikir tanggung, setengah-setengah antara nyata dan fiksi. Kalau mau fiksi total seperti Harry Potter atau Lord of the Ring, mungkin logika berpikir kita lebih bisa menerima. Tapi ide dan pesan moral yang ingin disampaikan masih cukup layak untuk membuat Anda menontonnya di waktu luang. Apalagi ditambah dengan adegan di bagian akhir film ini, adegan yang membuat teman saya mengemukakan komentarnya di atas. Jadi inget tentang kematian: ketika kamu tahu bahwa ia akan terjadi tapi kamu tak mampu melakukan apa-apa untuk menolaknya, maka mengisi sisa waktu yang tersisa dengan hal yang bermakna adalah pilihan terbaik .

Link ini buat lihat knowing online free


Actions

Information

3 responses

30 04 2009
bangmupi

gua suka film ini. Bikin manusia jadi lebih sadar dan bertobat.

Salam kenal😀

1 05 2009
kerlip

yap2.. bener tuh bang mupi (lawan ato temennya bang napi nih??🙂 ). Salam kenal juga🙂

23 09 2009
bangmupi

buset bang napi, jauh amat…hehe kalo ada waktu mampir ke blog aku ya.
bangmupi.blogspot.com
thanksss….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: