Nanny 911: Belajar dari Kegagalan Mereka

12 04 2009

Bagi sebagian besar orang, masa kanak-kanak merupakan masa terindah yang pernah dilalui. Pada masa ini, anak-anak memerlukan lingkungan yang sehat dan bahagia untuk mendukung tumbuh kembangnya. Akan tetapi, seringkali hal kecil terjadi dalam kehidupan seorang anak sehingga proses tumbuh kembang yang semestinya terganggu. Ketika seorang anak dihadapkan pada konflik pada usia tersebut, anak akan mengalami kecemasan, ketakutan, ketidakpuasan, kekecewaan dan gejala-gelaja psikologik lain. Bebas dari konflik juga bukan berarti baik lho. Bila seorang anak sama sekali tidak pernah mengalami konflik (pemanjaan atau over indulgence), ia pun akan mengalami hal yang sama. Menurut seorang pakar psikoanalitik, Freud, konflik perlu dialami dalam batas tertentu agar seseorang belajar menunda keinginan, menyadari realitas sehingga mampu mengatasi masalah-masalah yang dialami dalam hidupnya nanti. Jika konflik yang dialami berlebihan, perkembangan kepribadiaan seseorang akan tertahan karena ada suatu energi (psikis) yang tertahan pada fase perkembangan tersebut sehingga energi yang bergerak ke fase berikutnya akan berkurang jumlahnya. Nah, jika pada suatu saat orang tersebut mendapat stesor yang berat dalam kehidupannya, maka ia dapat kembali ke fase dimana perkembangannya terhenti. Akibatnya, bisa muncul psikopatologi (kelainan psikis). Psikopatologi ini dapat muncul jika konflik dialami dalam lima tahun pertama kehidupannya. Oleh karena itu, perkembangan anak sangat penting diperhatikan.

Mungkin atas dasar yang telah disebut diatas, sebuah program televise berjudul Nanny 911 dibuat. Program ini menayangkan suatu keluarga yang mempunyai anak-anak kecil bermasalah. Misalnya, anak-anak yang gak nurut sama mamanya. Seorang agen bernama Nanny akan dikirim ke keluarga tersebut untuk mencari penyebab masalah/konflik dalam keluarga tersebut. Kemudian, Nanny bertugas membantu keluarga tersebut untuk menyelesaikan masalahnya setelah didapat penyebabnya. Menurut saya, program ini sangat menarik. Di tengah krisis tontonan bermanfaat di negeri kita ini, Nanny 911 hadir sebagai salah satu alternatif program televisi yang layak ditonton. Jika Anda berminat, lihat saja MetroTV setiap Sabtu jam 17.00.

Satu kasus yang dibahas pada salah satu episodenya adalah tentang anak yang gak nurut sama mamanya. Keluarga itu sebenarnya keluarga harmonis dengan 3 orang anak. Anak pertamanya bermasalah karena suka berperilaku kasar dan gak sopan sama mamanya. Selidik punya selidik, Nanny berhasil membongkar bahwa sumber kesalahan terletak pada sang papa yang kurang menghargai mamanya. Akhirnya, anak pun menjadi tidak hormat dan tidak mau mendengarkan mamanya. Yang menarik adalah, si papa tidak merasa bahwa ia meremehkan si mama. Intinya, papa ini tidak sengaja melakukan perbuatan (yang menurut dia baik), tapi justru di saat yang sama menjatuhkan kredibilitas mama. Sebut saja soal bagi kue di depan anak. Untuk tugas mencuci piring, mama memberikan hadiah satu kue untuk si anak. Tapi, di depan anak tersebut, papa bilang harusnya dua. Dan akhirnya, mama papa berantem gara-gara jumlah kue yang mau dibagi. Pertengkaran yang sederhana, tidak ada niat untuk bertengkar tapi berbuah panjang karena dilakukan dihadapan si anak. Anak melihat bahwa apa yang dikatakan papa itu benar dan akan terjadi karena papa-lah yang lebih berkuasa. Jadi buat apa dengerin mama. Satu hal kecil, terjadi berulang-ulang selama bertahun-tahun. Akhirnya, berbuah gan baik buat hubungan anak itu sama mamanya, tanpa pernah ada yang sadar kesalahan yang terjadi sebagai penyebabnya. Wah, gawat ya. Tampaknya memang harus berhati-hati dalam mengasuh anak. Makanya, kita butuh pengalaman-pengalaman lain dari cerita-cerita Nanny kan biar gak terjadi sama kehidupan Anda (saya juga sih). Yauda, tongkrongin aja Nanny 911-nya (lho kok kaya MTV).😀


Actions

Information

2 responses

12 04 2009
syifamardhatillahsyafitri

kerlip cihuy abis,,,,

mohon bimbngannya buu,,hohoho

12 04 2009
kerlip

auw…cipe…kerlip bukan orang yg tepat untuk membimbing..
hanya kebetulan tertarik psikologi perkembangan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: