Tak selamanya gagal itu gagal..

18 06 2008

Saat kegagalan menyapa, rasa sedih tak mampu terelakkan. Hancur rasanya dunia. Tak jarang mungkin kita mempertanyakan keadilan Tuhan.

Gagal bukanlah sesuatu yang diinginkan setiap orang. Aku ingin berhasil, kamu juga, mereka juga. Kita semua ingin berhasil.

Tapi, rasanya hampir mustahil hidup tanpa kegagalan. Setiap orang pasti pernah merasakan. Gagal masuk kuliah ontime, gagal ngerjain ujian, gagal ngelamar kerja, gagal ngelamar cewek, gagal belajar naik motor, gagal bikin tulisan dan sederet panjang kegagalan lain.

Beberapa bulan lalu, tepatnya di akhir modul Respirasi, saya benar-benar merasa gagal. Kali itu, saya gagal dalam ujian. Rasanya sedih sekali. Apalagi banyak teman-teman yang mendapat hasil yang memuaskan. Sedih. Perih. Kecewa. Semua campur aduk jadi satu. Seolah ingin lari dari kenyataan. Perasaan bersalah terhadap orang tua tidak mungkin terbendung lagi. “Disekolahin susah-susah kok hasilnya jelek gini.”

Tapi, dari kegagalan saya itu saya menemukan sesuatu yang luar biasa. Saya menemukan suatu kekuatan, semangat untuk bangkit. Tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Saya berjanji akan belajar dengan lebih baik lagi. Saya berjanji untuk lebih menyeimbangkan diri.

Maka, mulailah saya berjuang dengan kebulatan tekad di awal modul Gastrointestinal ini. Sebenarnya gak segitunya juga. Maksud saya, saya memng semangat untuk belajar tapi tidak sepenuhnya memakai waktu saya untuk belajar. hanya saja, ketika belajar saya mencoba untuk lebih fokus, lebih berusaha mengerti. Saya juga kebali menginat” hope for the best, prepare for the worst”. Saya jadi lebih mngerti bagaimana arti dan cara berjuang. Saya lebih mengerti tentang arti dan hakikat kesuksesan. Saya lebih mengerti tentang nikmatnya sukses. Dan ternyata,,,selama ini semua itu seperti terabai. Mungkin karena telah menjadi sesuatu yang biasa. Tidak spesial. Begitu berulang.

Hasil akhir modul ini m,emang belum keluar. Tapi, saya bisa mersakan kesuksesan dari hati. Bukan semata melihat hasil berupanilai, tapi juga hasil berupa ilmu. Saya menjadi lebih tenang. Tidak terlalu terbebani dengan kekhwatiran dapat niali jelek. Mungkin karena sudah pernah dan tidak terjadi paa-apa yagn membuat nilai sejelek itu perlu dikhawatirkan. Senangnya…seandainya kesadaran seperti bisa terus ada..Semangat!

Tak selamaya gagal itu gagal. Boleh jadi kesuksesanmu memang tertunda dengan kegagalan itu. Boleh jadi kamu memang harus gagal untuk bisa mengeri cara meraih kesuksesan. Boleh jadi kamu gagal agar kamu lebih bersyukur.🙂


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: