Nilai gue udah ada sebelum gue lahir!

4 06 2008

suatu siang yang panas di perpus bawah FKUI. Besok ujian. anak-anak tampak sedang sibuk belajar. Tapi ada satu kejanggalan yang membuat miris.

Kala itu seorang teman berkata:”Ngapain gue belajar kalau nilai gue udah ditentukan sebelum gue lahir?”. Jleb! Benar begitukah?

sedih mendengarnya. menag kenyataannya bukan perkara mudah untuk memahami perkara takdir, qadha dan qadar. Kurang berarti keimanan kita diragukan, lebih berarti kita tidak mau berusaha. Jadi yang benar gimana?

Ini yang saya pahami. Sempat diskusi kecil-kecilan juga dengan teman-teman. Semua yang terjadi pada kita memang sudah Allah tentukan. Banyak ayat yang berbicara tentang ini. Silakan dibuka Qur’annya. Ada hal-hal tertentu yang memang kita sudah ditakdirkan untuk mengalaminya dan tidak mungkin kita mengubahnya seperti kelahiran, kematian dan rizki kita. tapi, ada juga hal-hal lain yang masih dapat kita ubah dengan usaha kita seperti sehat, nilai waktu ujian, dll. Kalo kita sakit terus kita gak berobat ya kecil kemungkinannya utnuk sembuh kecuali untuk penyakit-penyakit yang memang bersifat self-limiting artinya bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Pernah denger gak cerita waktu nabi Musa lagi sakit dan beliau memakan ruput untuk mengobatinya. Tak lupa, sebelumnya ia mengucap basmalah. Dan ternyata, nabi Musa benar-banr sembuh. Nah, cerita itu sekaligus bukti bahwa Allah mengajarkan kita untuk mengusahakan kesembuhan kita waktu kita sakit. Bukan menyerah pasrah tanpa usaha. Bukan pula usaha yang tidak dibenarkan dan mengarah ke syirik. Jadi bagaimana dengan kasus teman tadi?
Seperti halnya dengan kesehatan, kesuksesan ujian juga bukan  merupakan hal mutlak yang tidak dapat diiubah-ubah. Kita bisa mengusahakannya. Hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan firman Allah: bahwa segala yang terjadi pada kita telah ditentukan dalam Lauful Mahfudz agar kita tidak terlalu bersediha hati, tidak pula terlalu gembira. Kenapa? Hal-hal itu memang sudah ditetapkan, tapi mau atau tidak kita mengambilnya. Gimana caranya? Ya dengan berusaha, berikhtiar. Selamat berusaha!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: